Featured Post

Pengertian, Fungsi dan Contoh Penggunaan Tanda Petik

Masyonow.web.id - Sekarang kita akan membahas tentang pengertian, fungsi, dan contoh penggunaan tanda petik setelah sebelumnya kita memba...

Pengertian, Fungsi dan Contoh Penggunaan Tanda Petik
| Desember 14, 2020

By On Desember 14, 2020

Masyonow.web.id - Sekarang kita akan membahas tentang pengertian, fungsi, dan contoh penggunaan tanda petik setelah sebelumnya kita membahas tentang pengertian, fungsi, contoh tanda baca titik dua dan titik koma. Pada umumnya tanda petik ada dua yaitu tanda petik tunggal dan tanda petik ganda. Untuk lebih jelasnya, bisa kita baca dalam uraian lengkap di bawah ini.

1. Tanda Petik ( “…” ) / Tanda petik ganda

Tanda Petik (” “) adalah tanda yang digunakan untuk mengutip sesuatu, biasanya digunakan untuk mengutip dialog di dalam sebuah naskah cerita. Jenis pertama dari tanda petik adalah petik ganda, tetapi lebih familiar disebut tanda petik. Tanda petik dapat digunakan dalam beberapa situasi. Berikut ini fungsi tanda petik ganda yang disertai contoh penggunaan tanda petik ganda, yaitu:

a. Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Contoh:
  • “Ayah tidak mengijikanku pergi,” kata Irish.
  • Kepala desa berkata, “Semua warga harus gotong royong membangun kembali jembatan yang roboh akibat kelebihan muatan.”
  • Surat ibu menyatakan,”Kalian harus peduli satu sama lain setelah ibu tidak ada lagi di rumah ini.”
  • Undang Undang Sisdiknas Tahun 2003 menyatakan, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

b. Tanda petik digunakan untuk mengapit judul karangan, bab buku, atau syair yang dipakai dalam kalimat.

Contoh:
  • Sebaiknya kalian membaca dengan seksama “Penggunaan Tanda Baca” dalam web masyonow.web.id.
  • Makalah “Indonesia Merdeka” mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme para hadirin.
  • Bab “Refleksi Diri Melalui Hati” dalam buku Refleksi membuat saya terkenang semua kekhilafan di masa lalu.

c. Tanda petik digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang mempunyai arti khusus atau kurang dikenal oleh masyarakat umumnya.

Contoh:
  • Penelitian itu dilakukan dengan “trial and error” berulang kali.
  • Beberapa partai politik membentuk “aliansi” untuk memperkuat posisi di pemerintahan.
  • Pemain “naturalisasi” dalam tim nasional mendapat sorotan karena prestasinya.

2. Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )

Tanda petik Tunggal (‘ ‘) adalah tanda yang digunakan untuk mengutip sesuatu seperti makna, ungkapan, atau terjemahan. Berikut ini fungsi tanda petik tunggal dan yang disertai contoh penggunaan tanda petik tunggal, yaitu:

a. Digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain;

Contoh:
  • Bagus berkata,”Semua orang berteriak ‘Tolong..tolong..’, tapi semua sibuk mengurus keselamatan diri mereka sendiri”.
  • “Ustadz menjelaskan bahwa ‘sholat adalah hal yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak‘,” ujar Randy.
  • “Pencuri itu menangis sambil mengatakan ‘saya terpaksa mencuri obat ini’, seketika itu amarahku langsung sirna,” cerita Tono.

b. Digunakan untuk mengapit makna suatu kata atau ungkapan

Contoh:
  • Karya ilmiah tim SD Sukses Jaya dinobatkan menjadi ‘karya terbaik’ se-kabupaten.
  • Mawar selalu memimpikan menjadi ‘anak emas’ seperti kakaknya.
  • Setiap orang di pasar tekstil ‘hilir mudik’ mencari barang yang cocok dan murah.
  • Tidak seperti kakaknya, Audrey tumbuh menjadi anak yang ‘tebal muka’.
  • Jalan damai tidak dapat menyelesaikan masalah, maka Pak Bambang mengambil langkah penyelesaian masalahnya di ‘meja hijau’.

c. Digunakan untuk mengapit mengapit makna atau terjemahan dari kata atau ungkapan yang merupakan bahasa asing atau bahasa daerah.

Contoh:
  • Pemilihan pekerja untuk pendidikan harus mempertimbangkan background ‘latar berlakang’.
  • Rashmita memimpikan novelnya bisa menjadi best-seller ‘sangat laris’.
  • Polisi terus mencari causa prima ‘sebab yang pertama’ dari kasus makar ini.
  • Sekarang banyak PAUD yang sudah mengedepankan character building ‘pembinaan watak’ pada semua muridnya.
  • Setiap kerajaan selalu menunjuk pabicara ‘juru bicara’ yang ahli dalam berkomunikasi.
Demikian ulasan singkat tentang Pengertian, Fungsi dan Contoh Penggunaan Tanda Petik, mohon maaf jika ada kekurangan. Saran dan masukan kami terima untuk kemajuan blog ini. Terimakasih.

Sumber: https://dosenbahasa.com/ 
Pengertian, Fungsi, Contoh Tanda Baca Titik Dua dan Titik Koma
| Desember 08, 2020

By On Desember 08, 2020

Masyonow.web.id - Pada halaman sebelumnya kita sudah membahas tentang Pengertian, Fungsi, Contoh Tanda Baca Titik dan Koma. Kali ini kita mencoba membahas tanda baca yang lain yang juga sering kita jumpai dalam materi Bahasa Indonesia. Tanda baca yang akan kita bahas di halaman ini adalah tentang tanda baca titik dua dan titik koma yang meliputi pengertian, fungsi, dan contoh dari tanda baca titik dua dan titik koma. Untuk lebih jelasnya, bisa kita baca dalam uraian lengkap di bawah ini. 

1. Tanda Titik Dua (:)

Tanda titik dua merupakan salah satu tanda baca yang digunakan dalam kalimat yang dilambangkan dengan ( : ). Tanda ( : ) yaitu lambang titik dua yang memiliki ukuran yang sama di tengah garis vertikal yang sama. Berikut ini adalah fungsi tanda baca titik dua, yaitu:

a. Digunakan di akhir suatu pernyataan lengkap dimana kalimatnya di ikuti suatu rangkaian atau penjelasan.

Contoh :
  • Menjelang masuk sekolah, kita memerlukan alat tulis : buku, pensil, penghapus, rautan dan penggaris.
  • Liburan ini, kita harus membuat pilihan antara : malaysia atau singapura.
  • Ibu ke supermarket membeli bahan-bahan untuk memasak : gula, garam, miyak goreng, kecap dan lain-lain.
  • Rindang dan Paman ke ladang untuk memanen palawija : kedelai, kacang tanah, buncis dan jagung.
  • Universitas Indonesia mempunyai beberapa fakultas : matematika, kedokteran, farmasi, teknik, psikologi dan hukum.

b. Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang membutuhkan penjelasan suatu peristiwa.

Contoh :
  • Kepala Desa : H. M. Machfud
  • Ketua BPD : Sugianto, SE. MM
  • Sekretaris Desa : Reni Aprillia, S.AB
  • Bidan Desa : Dwi Gitayanti, S.Keb
  • Narasumber : Ruyati

c. Digunakan dalam sebuah naskah sesudah kata yang menunjukkan tokoh di dialog/percakapan.

Contoh :
  • Gisel: Ra, sebentar lagi kan ada ujian nasional. Kamu sudah siap belum?
  • Tiara: Ya siap tidak siap harus siap. Kita jalani saja.
  • Gisel: Aku takut kalau nanti aku tidak bisa menjawab.
  • Tiara: Makanya kita persiapkan dari sekarang.
  • Gisel: Kalau belajar sih sudah. Aku sudah banyak berlatih soal.
  • Tiara: Tidak cuma belajar saja, tapi juga persiapan mental. Kamu harus percaya diri untuk menghadapi ujian nasional.
  • Gisel: Iya juga sih. Tapi, bagaimana kalau soalnya susah?
  • Tiara: Yang penting kita usaha dulu. Kita berdoa agar kita bisa mengerjakan semua soal ujian nasional.
  • Gisel: Semoga saja begitu.

d. Diguanakan di antara jilid/nomor dan halaman.

Contoh :
  • Kompas, IX, No : 27/2016:12
  • Suara Merdeka, XX, No : 10/2004:11
  • Metro, V (2000), 26:7

e. Digunakan dalam kitab suci, di antara Surat/bab dan ayatnya.

Contoh :
  • Surat Al-Maidah : 20 – 25
  • Surat Al – Ikhlas : 1 – 4
  • Surat Ar Rohman : 35 – 45

f. Digunakan dalam judul dan anak judul suatu artikel/karangan/makalah/karya tulis.

Contoh :
  • Kisah Kancil dan Bangau : Majalah Bobo Edisi XV
  • Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara

g. Digunakan untuk nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.

Contoh :
  • Zuhdi, dkk. 2008. Cara Menulis Buku. Malang: Rena Press.
  • Mulyasa. 2009. Menjadi Guru Professional. Bandung : Remaja Rosda
  • Iwan, Fajar. 2015. Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Zaka Publishing
  • Baradja, M.F. 1990. Kapita Selecta Pengajaran Bahasa. Malang: Penerbit IKIP Malang.
  • Shodiqin, Ali. 2008. Antropologi Al-Qur’an: Model Dialektika Wahyu & Budaya. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

h. Fungsi Tanda Titik Dua Sebagai Penghubung Antara Unsur Utama dengan Unsur Penjelas

Contoh:
  • Bintang tamu: Rizky Febrian.
  • Jurusan yang ada di universitas ini antara lain: kedokteran, desain grafis, akuntansi, dan ilmu komunikasi.

i. Fungsi Tanda Titik Dua Sebagai Instrumen dalam Penulisan Sumber Kutipan dari Surat Kabar, Ayat Kitab Suci, Majalah, ataupun Dari Buku.

Contoh:
  • Kompas, X, No: 28/2016: 12.
  • Surat Al-Baqarah: 183.
  • Santri dan Sastra: Majalah Horison edisi Desember 2015.
  • Damono, Sapardi, 2015. Bilang Begini Maksudnya Begitu. Jakarta: Gramedia.

j. Fungsi Tanda Titik Dua Sebagai Instrumen dalam Teks Percakapan

Contoh:
  • Rully: Hai, Gendis, apak kabar? Sudah lama ya kita tidak pernah berjumpa.
  • Gendis: Aku baik-baik saja, Rully. Eh, iya juga ya. Semenjak kita lulus kuliah, kita jadi tidak pernah berjumpa sama sekali.
  • Rully: Oh, iya, Ndis, kami sekarang kerja dimana?
  • Gendis: Aku sih sekarang sedang merintis bisnis toko online. Kalau kamu sendiri bagaimana?
  • Rully: Kalau aku sih sekarang bekerja di perusahaan periklanan. Di sana, aku bekerja sebagai copywriter.

2. Tanda Titik Koma (;)

Tanda titik koma adalah tanda baca yang digunakan sebagai pemotong atau pemberi jeda pada suatu kalimat. Tanda titik koma disimbolkan dengan (;). Penulis berbahasa inggris terkemuka pertama yang menggunakan tanda baca ini adalah Ben Jonson pada tahun 1951 dengan istilah semicolon yang artinya tanda titik koma. Berikut ini fungsi tanda baca titik koma.

a. Tanda titik koma digunakan sebagai pengganti/pemisah kata penghubung pada bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Contoh:
  • Pagi yang cerah; Ibu memasak di dapur; Ayah membaca Koran; Aku membersihkan halaman depan; Adik menyiapkan seragamnya yang akan pergi sekolah.
  • Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku-buku yang baru dibeli ayahnya; nenek merajut kain perca dengan benang wol; kakak membuat sebilah bambu untuk dibuat pagar.
  • Minggu yang ditunggu telah tiba; Ayah mengurus tanaman di kebun; Ibu menulis makalah di ruang kerjanya; Adik membaca di teras depan; Saya sendiri asyik membuat kue kesukaan saya

b. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri rincian pernyataan dalam sebuah kalimat yang berbentuk frasa/kelompok kata. Dalam hubungan itu, tidak di perlukan kata dan sebelum rincian terakhir.

Contoh:
  • Syarat-syarat penerimaan peserta didik baru di SDN 2 Ngapus;
  • berusia minimal 7 tahun;
  • Foto Copy Akta Kelahiran;
  • Foto Copy Kartu Keluarga.

c. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua/lebih kalimat setara, jika unsur pada setiap bagiannya dipisahkan oleh tanda baca dan kata hubung.

Contoh:
  • Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaos; pisang, apel, dan jeruk.
  • Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara; penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.
  • Susunan organisasi karang taruna terdiri dari pengurus inti, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara; seksi-seksi, seksi kemasyarakatan, seksi kesehatan, seksi umum, seksi pendidikan, seksi pelaporan.
Demikian ulasan singkat tentang Pengertian, Fungsi, Contoh Tanda Baca Titik Dua dan Titik Koma, mohon maaf jika ada kekurangan. Saran dan masukan kami terima untuk kemajuan blog ini. Terimakasih.

Sumber: https://dosenbahasa.com/
Pengertian, Fungsi, Contoh Tanda Baca Titik dan Koma
| Desember 08, 2020

By On Desember 08, 2020

Pengertian, Fungsi, Contoh Tanda Baca Titik dan Koma

Masyonow.web.id - Untuk memperjelas sebuah kalimat, sudah lazim pemakaian penggunaan tanda baca. Penggunaan tanda baca memiliki kaidah-kaidah tertentu. Tanda baca yang akan kita pelajari di halaman ini adalah tanda baca titik dan tanda baca koma. Supaya mudah untuk dipahami, kami sertakan juga contoh penggunaan tanda baca titik dan koma

1. Tanda Titik (.)

Tanda titik (.) dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Atau bisa diartikan;    tanda baca yang digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat atau menjadi penutup sebuah kalimat.

Berikut ini fungsi tanda baca titik, yaitu:

a. Tanda Titik di Akhir Kalimat

       Contoh:
    • Pemerintah tetap memberlakukan Ujian Nasional sebagai standar kelulusan pada jenjang SD – SMA.
    • Setiap orang di jalan itu terenyuh melihat perjuangan seorang bapak yang mengajak anaknya berjualan koran.
    • Para pendaki gunung Sindoro-Sumbing mengurungkan niat pendakian mereka karena cuaca buruk selama berhari-hari.
Perlu diperhatikan bahwa jika sebuah kalimat akhirannya sudah memuat tanda titik maka tidak diperlukan tanda titik lagi.
 
           Contoh:
    • Rani mengatakan,”Saya akan tetap berjuang menemukan keberadaan ibu apapun kondisinya.”
    • Pembicara pada seminar kali ini adalah Bapak Tri Sumarno, M.Sc.
    • Ibu guru meminta para murid membawa sayuran hijau, misalnya bayam, kangkung, sawi, dsb.
    • Tim inti editor soal ujian beranggotakan Ahmad Syafi’i, S.Pd dan Rahmawati Setyaningrum, M.Pd.

b. Tanda Titik Digunakan di Akhir Singkatan Nama Orang.

    Contoh:
    • Ahmad S. Hendrawan
    • Fatimah R. Azzahra
    • Muh. Yamin

c. Tanda Titik pada Akhir Singkatan Gelar, Pangkat, Jabatan, Sapaan

    Contoh:
    • Dr. Prambudi menyampaikan makalahnya mengenai penghematan energi.
    • Kol. Suparman memutuskan untuk mengajukan pensiun dini karena sakit.
    • Setelah prosesi wisuda nama lengkapnya menjadi Rani Fitriana, S.E.
    • Rr. Ajeng Prawirodirjo dinobatkan menjadi ratu kerajaan.
    • Penghargaan pemerhati lingkungan diberikan kepada Bpk. Suprihono.
    • Ir. Soekarno adalah presiden pertama bangsa Indonesia.

d. Tanda Titik untuk Singkatan Kata yang Sudah Umum.

    Contoh:
    • dsb. → dan sebagainya
    • dll. → dan lain-lain
    • hlm. → halaman
    • tgl. → tanggal
    • sda. → sama dengan atas
    • a.n. → atas nama
    • d.a. → dengan alamat
    • s.d. → sampai dengan

e. Tanda Titik Untuk Memisahkan Angka Jam, Menit, dan Detik

    Contoh:
    • Waktu : pukul 10.30 WIB , pukul 5.12.30 → pukul 5 lewat 12 menit 30 detik
    • Jangka waktu : 1.15.25 → 1 jam, 15 menit, 25 detik ; 0.10.02 → 10 menit, 2 detik

f. Tanda Titik sebagai Pemisah Bilangan Ribuan dan Kelipatannya

    Contoh:
    • Jumlah korban sementara tercatat 2.453 jiwa meninggal dunia.
    • Sebanyak 10.000 tiket pertandingan sepak bola ludes terjual.
    • Ani mendapat nomor tes 045623 dalam seleksi penerimaan pegawai negeri.
    • Ayah lahir di tahun 1956 dan sekarang tepat berusia 60 tahun.
    • Total ada 1.500 ton padi yang hangus terbakar si jago merah.
    • Nomor seri printer ini adalah 58793145.

g. Tanda Titik Digunakan dalam Penulisan Daftar Pustaka

    Contoh:
    • Iwan, Hendriawan. 2015. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Zero Publishing.
    • Stafford-Clark, D. 2004. Mentasy disoders and therir treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 27: 567-569
    • Suyanto. 2007. “Artificial Intelligence : Searching, Reasoning, Planning and Learning”. Bandung : Penerbit Informatika.
    • Wilson, Robin J. & Watkins, John J. 1990. Graphs : An Introductory Approach. New York : John Wiley & Sons, Inc.
    • Gutin, Gregory & Punnen, A.P. 2004. The Traveling Salesman Problem and Its Variations. New York : Kluwer Academic Publishers

h. Tanda Titik Digunakan pada format Numbering (Penomoran)

Pada penomoran, tanda titik diletakkan di belakang angka penomoran.

    Contoh:
    1.  Siapkan agar-agar, gula, air, perasa makanan.
    2.  Masukkan semua bahan ke dalam panci dan nyalakan kompor.
    3.  Aduk sampai mendidih lalu matikan kompor.
    4.  Tuang ke dalam cetakan dan biarkan sampai dingin.
    5.  Setelah agar mengeras simpan dalam lemari pendingin atau dapat langsung dinikmati

i. Tanda Titik Digunakan dalam Sebuah Bagan atau Daftar

Penggunaan tanda titik dalam bagan atau daftar diletakkan di belakang angka atau huruf. Daftar ini sering terlihat dalam daftar isi suatu buku.

    Contoh:

    A. Algoritma
        1. Dasar Algoritma
        2. Penyajian Algoritma
    B. Graf
        1. Dasar – dasar Graf
        2. Keterhubungan (Connectivity)
        3. Jenis – jenis Graf
            3.1 Graf Sederhana
            3.2 Graf Tak-Sederhana
            3.3 Graf Berarah
            3.4 Graf Tak-Berarah
        4. Representasi Graf Dalam Matriks

j. Tanda Titik Tidak Digunakan dalam Singkatan Lembaga

Singkatan nama resmi lembaga, organisasi, ataupun jenis akronim lain yang sudah umum dalam masyarakat tidak diakhiri dengan tanda titik.

    Contoh:
    • MPR → Majelis Permusyawaratan Rakyat
    • OSIS → Organisasi Siswa Intra Sekolah
    • UUD → Undang Undang Dasar
    • KTP → Kartu Tanda Penduduk
    • KAI → Kereta Api Indonesia

k. Tanda Titik Tidak Digunakan di Keterangan Pengirim dan Penerima Surat

    Contoh:
            Yth. Hasan Husein
            Jalan Cikunir 51
            Jakarta
            21 Agustus 2016

2. Tanda Koma (,)

Tanda koma merupakan salah satu tanda baca yang sangat lazim dalam penulisan bahasa Indonesia. Tanda koma ini memiliki fungsi dasar yakni untuk memisahkan antara satu hal dengan bagian lainnya sehingga tidak terjadi kesalahan makna pada saat membaca suatu kalimat/pernyataan maupun penulisan angka bilangan. Tanda koma juga digunakan untuk memisahkan kalimat setara, serta memisahkan anak kalimat dari induk kalimat. Berikut ini adalah fungsi tanda koma sebagai berikut.

a. Digunakan untuk menuliskan unsur dalam suatu rincian atau bilangan.

    Contoh:
    • Saya, Ani dan Dion berjanji untuk melakukan pekerjaan ini bersama-sama.
    • Dalam pembahasan kali ini, diharapkan para pembaca dapat memahami pengertian, fungsi dan penggunaan tanda koma yang benar.
    • 3,65 x 100 = 365

b. Digunakan untuk memisahkan antara satu kalimat setara dengan kalimat setara berikutnya, yang diawali oleh kata-kata tertentu (tetapi, melainkan, sedangkan, kecuali).

    Contoh:
    • Saya ingin sekali ikut liburan sekolah itu, tetapi ibu tak mengizinkannya.
    • Itu bukan kesalahanku, melainkan kesalahan kakak.
    • Ayah bertugas membersihkan halaman rumah, sedangkan ibu membersihkan ruangan didalam rumah.

c. Digunakan untuk memisahkan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya, jika kedudukan kalimat tersebut berbeda (induk kalimat dan anak kalimat) kemudian kalimat yang berkedudukan sebagai anak kalimat berada sebelum/di depan induk kalimat.

    Contoh:
    • Jika Tuhan mengizinkan, kita pasti akan bertemu lagi di masa yang akan datang.
    • Andai kau tidak segera menarikku, mungkin aku sudah masuk ke jurang itu.
    • Karena ia menjadi juara satu, ia mendapat hadiah liburan dari orang tuanya.

d. Digunakan di belakang suatu kata atau ungkapan yang merupakan penghubung antar kalimat (oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, meskipun begitu), kemudian penghubung tersebut berada di awal kalimat.

    Contoh:
    • Oleh karena itu, kau perlu berterus terang dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.
    • Jadi, kau harus segera menyelesaikan kesaalahpahaman ini agar keadaan tidak semakin kacau.
    • Dengan demikian, kau berhak mendapat promosi jabatan tahun ini.
    • Sehubungan dengan itu, aku ingin meminta maaf atas nama dia.
    • Meskipun begitu, kami tetap percaya bahwa dia akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya.

e. Digunakan untuk memisahkan beberapa kata (o, ya, wah, aduh, kasihan) dari kata-kata lain yang berada dalam satu kalimat.

    Contoh:
    • O, aku kira kau tidak jadi ikut.
    • Ya, aku paham dengan keadaanmu.
    • Wah, kau benar-benar berbakat dalam melukis.
    • Aduh, aku lupa membawa buku perpustakaan yang kemarin kupinjam.
    • Kasihan, nenek itu harus tidur di bawah kolong jembatan karena rumahnya habis terbakar minggu lalu.

f. Digunakan untuk memisahkan kalimat petikan langsung dari potongan kalimat lainnya.

    Contoh:
    • Dia berpesan padaku, “Jangan meletakkan barang berharga di sembarangan tempat”.
    • “Jangan pulang terlalu malam” kata Ayah saat aku pamit keluar rumah tadi sore.
    • “Sudahlah ikhlaskan saja, mungkin ini sudah menjadi takdir Tuhan”, Nia berusaha untuk menghiburku.

g. Digunakan untuk memisahkan antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, yang ditulis secara berurut.

    Contoh:
    • Seminar itu diadakan di Gedung B Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba No. 6, Jakarta.
    • Resepsi pernikahannya di Gedung Permata, jalan lestari Indah No 27, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
    • Wisuda tahun ini dilaksanakan di Hotel Horizon, Ancol, Jakarta Utara.

h. Digunakan untuk memisahkan tempat dan tanggal, nama tempat dan wilayah/negeri yang ditulis secara berurut.

    Contoh:
    • Akta itu di tandatangani di Semarang, 28 Juli 1988
    • Aku lahir di Jakarta, 6 September 1990.
    • Dia di mutasi ke salah satu cabang perusahaannya yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat

i. Digunakan untuk memisahkan penulisan nama penulis atau pengarang yang susunan namanya dibalik pada penulisan daftar pustaka.

    Contoh:
    • Wahyuningsih, Sri. 2007. Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Rakyat.
    • Ayu, Dian. 2011. Merintis Usaha Antara Keterbatasan. Yogyakarta: Gudang Ilmu.
    • Arif, Muhammad. 2000. Penyebab Terjadinya Sesak Nafas. Bandung: Kreasi Kami.

j. Digunakan dalam penulisan catatan kaki.

    Contoh:
    • Dian Ayu, Merintis Usaha Antara Keterbatasan. (Yogyakarta: Gudang Ilmu, 2011), hlm. 17.
    • Sri Wahyuningsih, Pelajaran Bahasa Indonesia. (Jakarta: Pustaka Rakyat, 2008), hlm. 29.
    • Muhammad Arif, Penyebab Terjadinya Sesak Nafas. (Bandung: Kreasi Kami, 2000), hlm. 11.

k. Digunakan untuk membedakan antara nama dengan gelar, pada penulisan gelar akademik.

    Contoh:
    • Muhammad Fadil, S. Kom menjadi salah satu dosen terbaik untuk tahun ajaran 2015-2016.
    • Setelah menjabat selama 5 tahun, akhirnya Bapak Prayitno Adji, S.E., M.M. resmi mengundurkan diri dari jabatan rektor.
    • Pasangan calon pengantin itu bernama Riani Sagita, S. Pd dan Adnan Khair, S.T.

l. Digunakan di depan angka persepuluhan atau antara rupiah dan satuan terkecil sen yang dinyatakan dengan angka.

    Contoh:
    • Pada masa kecilnya nenek hanya diberi jajan sebesar Rp 20,50 oleh orang tuanya.
    • Tinggi pohon kelapa itu adalah 35,75 m.
    • Rumah kami memiliki luas sebesar 200,32 meter persegi.

m. Digunakan untuk mengapit keterangan tambahan dalam suatu kalimat yang sifatnya tidak terbatas.

    Contoh:
    • Aku benar-benar salut dengan anak kecil itu, pintar sekali.
    • Kami sampai kehabisan kata-kata saat melihat pemandangan di pulau terpencil ini, sungguh indah.

n. Digunakan di belakang keterangan yang berada di awal kalimat yang bertujuan agar tidak terjadi kesalahan saat membaca dan memahami maksud kalimat.

    Contoh:
    • Untuk membatasi penumpang yang membludak ketika masa liburan, pihak penyedia berbagai transportasi menaikkan harga tiket.
    • Dalam keadaan yang serba kekurangan ini, kita tidak boleh cepat menyerah dan pasrah pada keadaan.

o. Tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan suatu petikan langsung dalam satu kalimat, jika petikan langsung itu diakhiri dengan tanda tanya (petikan langsung berupa kalimat tanya).

    Contoh:
    • “Bolehkah aku ikut berlibur ke puncak dengan keluarga Lia?” tanya Diah kepada ibunya.
    • “Apakah aku bisa menjadi seperti ayah saat dewasa nanti?” aku bertanya pada ayah.

Demikian ulasan singkat tentang Pengertian, Fungsi, Contoh Tanda Baca Titik dan Koma, mohon maaf jika ada kekurangan. Saran dan masukan kami terima untuk kemajuan blog ini. Terimakasih.

Sumber: https://dosenbahasa.com/

Hal-Hal yang Berkaitan dengan Lingkaran
| November 23, 2020

By On November 23, 2020

Masyonow.web.id - Saya harapkan setelah membaca teks dan memperhatikan gambar, kamu dapat memahami tentang istilah-istilah atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkaran.

Gambar 1: titik pusat, jari-jari, busur
Gambar 1: titik pusat, jari-jari, busur
Titik Pusat (P)
Titik pusat lingkaran, adalah titik yang ada di tengah-tengah lingkaran sebagai pusatnya. Perhatikan gambar 1 dengan symbol huruf P (titik warna biru di tengah)!

Jari-jari (r)

Jari-jari adalah segmen garis yang menghubungkan titik pusat dengan suatu titik pada lingkaran. Panjang jari-jari (r) sepanjang segmen garis tersebut. Perhatikan gambar 1 dengan symbol huruf r (garis lurus warna biru)!

Busur (b)

Busur adalah garis lengkung bagian tertutup pada Lingkaran. Perhatikan gambar 1 dengan symbol huruf b (garis melengkung warna cokelat)!


Gambar 2: diameter, tali busur, apotema
Gambar 2: diameter, tali busur, apotema
Diameter (d)
Diameter merupakan tali busur yang melalui pusat lingkaran. Diameter membagi lingkaran menjadi dua bagian yang sama besar. Perhatikan gambar 2 simbol huruf d (garis lurus warna biru)!

Tali busur (tb)
Tali busur merupakan segmen garis yang ujungujungnya pada lingkaran. Perhatikan gambar 2 simbol huruf tb (garis lurus warna cokelat)!

Apotema (a)
Apotema merupakan garis terpendek antara tali busur dan pusat lingkaran. Perhatikan gambar 2 simbol huruf a (garis warna kuning)!


Gambar 3: juring dan tembereng lingkaran
Gambar 3: juring dan tembereng lingkaran
Juring Lingkaran ( j )
Juring merupakan daerah yang dibatasi oleh busur dan dua jari-jari. Perhatikan gambar 3 dengan simbol huruf j!

Tembereng Lingkaran (T)
Tembereng merupakan daerah yang dibatasi oleh busur dan tali busur. Perhatikan gambar 3 dengan simbol huruf T!

Gambar 4: Keliling, Luas Lingkaran
Gambar 4: Keliling, Luas Lingkaran
Keliling Lingkaran (K)
Keliling (K) merupakan busur terpanjang pada lingkaran. Perhatikan gambar 4 dengan simbol huruf K!

Luas Lingkaran (L)
Luas merupakan daerah dalam yang dibatasi lingkaran. Perhatikan gambar 4 dengan simbol huruf L!

Phi (π)
Phi telah dikenal selama hamper 4.000 tahun. Huruf π adalah aksara Yunani yang dibaca pi dan phi juga bisa dipakai dalam penulisan. Nilai pendekatan untuk π adalah 22/7 atau 3,14. 

Ingat!
π = 22/7
atau
π = 3,14

Sumber Materi: BSE Senang Belajar Matematika (Buku Siswa) Kelas VI

Setelah kamu membaca materi pelajaran di atas, segera isi daftar hadir di bawah sebagai bukti bahwa kamu sudah membacanya!

Isi Daftar Hadir

Introspeksi Diri dalam Menulis
| November 22, 2020

By On November 22, 2020

Keyboard Menulis

Intropeksi Diri

Masyonow.web.id - Kadang kala kita berfikir bahwa kegiatan menulis hanya sebuah kegiatan yang tidak penting bagi diri apalagi orang lain. Bahkan sekilas seakan-akan tidak ada gunanya. Akan tetapi ketika kita menengok orang-orang besar, para penemu, profesor, sampai presiden, mereka semua punya catatan dalam bentuk tulisan. Hal itulah yang menjadi motivasi sehingga timbul keinginan untuk mengubah mindset untuk melanjutkan kegiatan menulis. Pertama yang harus dilakukan adalah intropeksi diri. Menulis menjadi tidak penting ketika kita tidak mempunyai tujuan atau memiliki tujuan tetapi masih samar-samar. Maka perlu memantabkan tujuan dalam menulis. Pada saat semangat menurun untuk menulis, dengan mengingat tujuan, bisa menhjadikan motivasi untuk memulai lagi kegiatan menulis.

Bukti bahwa Menulis itu Penting untuk Masa Depan
Mari kita bersama mengubah pola pikir kita bahwa menulis merupakan hal yang sangat penting. Coba bayangkan apabila para ilmuwan tidak menuangkan ide pemikirannya dalam bentuk tulisan, pasti kemajuan teknologi tidak akan semaju sekarang. Nikola Tesla dengan penemuannya Medan Magnet yang Berputar yang ditulisnya dalam majalah Electrical Experimenter pada tahun 1919, menjadikan penemuannya itu bisa dipelajari dan dukembangkan ilmuan zaman sekarang. Selain itu menulis juga bisa mengungkap sebuah sejarah yang tidak diketahui sebelumnya. Contohnya Prasasti Kalasan yang ditulis menggunakan huruf Pranagari (India Utara) dengan bahasa Sanskerta. Karena tulisan yang ada dalam prasasti tersebut kita bisa tahu bahwa para guru raja Sailendra berhasil memperoleh persetujuan Maharaja Dyah Pancapana Panamkarana (Kariyana Panamkarana) atas permintaan keluarga Sailendra, untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara dan sebuah biara bagi para pendeta (tahun 700 Saka atau 778 M). Dua contoh diatas cukup membuktikan bahwa begitu pentingnya sebuah tulisan. Bahkan dari tulisan di masa lalu dapat mengubah dunia pada saat ini. Maka dari itu, cerita di atas bisa kita gunakan untuk motivasi diri dalam menulis.

Mulailah Menulis
Tulisan yang bisa mengubah dunia adalah tulisan yang berkualitas. Tetapi hal tersebut jangan menjadikan kita untuk berhenti menulis. Tujuan kita jangan muluk-muluk. Tujuan kita hanya sekedar menulis sesuatu yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang disekitar kita. Walaupun begitu kualitas tulisan kita pun harus diperhatikan. Minimal menggunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami. Untuk persiapan dalam menulis dibutuhkan ide yang brilian sebelum melakukan penulisan. Dengan ide-ide ini yang kemudian dituangkan dengan bahasa baik dan mudah dipahami, menjadikan tulisan kita bisa bermanfaat bagi pembaca. Ketahuilah bahwa para penulis handal pada saat ini pernah menjadi penulis newbie atau pemula. Jadi jangan minder dulu sebelum memulai menulis. Kualitas tulisan bisa kita perbaiki sambil jalan. Jadi tetap semangat walaupun tulisan kita masih acak-acakan.

Kata-kata Terakhir
Jadilah penulis yang mendunia. Jika tidak bisa, menulislah untuk diri sendiri, karena bisa jadi anak cucumu nanti akan membaca perjalanan hidupmu melalui tulisanmu.
Tujuanku kini: menjadikan menulis sebagai kegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang di sekitar.
Syair dan Pantun
| September 17, 2020

By On September 17, 2020

Masyonow.web.id - Berikut ini penjelasan singkat tentang syair dan pantun. Harapan kami, melalui tulisan ini semoga bisa menjadi bahan belajar untuk anak didik kami, dan untuk tambahan ilmu bagi para pembaca. 

SYAIR
Syair adalah puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama. Dalam syair terdapat simbol. Biasanya symbol itu berupa kata atau kalimat yang menunjukkan makna khusus, misalnya “burung hantu di malam hari” yang berarti suasana malam yang mencekam atau menakutkan.
Selain simbol, dalam sair juga terdapat kata kias. Kata kias umumnya memiliki makna khusus, misalnya “bintang” yang berarti benda yang bersinar di kegelapan.

Ciri-Ciri Syair
Beberapa ciri-ciri syair sebagai berikut.
  1. Setiap bait pada syair terdiri dari 4 baris 
  2. Tiap baris mengandung 4 kata 
  3. Setiap baris mengandung minimal 8 suku kata 
  4. Sajak pada syair adalah a-a-a-a 
  5. Bahasa pada syair masih berbentuk kiasan 
  6. Syair biasanya berisi tentang suatu cerita yang memuat nasihat 
  7. Semua baris dalam syair merupakan isi, tidak ada sampiran layaknya pada pantun
Jenis-Jenis Syair
Syair dibagi menjadi beberapa jenis antara lain: syair agama, syair kiasan, syair panji, syair romantis, dan syair sejarah.

Contoh-contoh Syair:
  • Contoh Syair Agama
Dengarkanlah wahai kawan sejati,
Syair sederhana dari lubuk hati,
Tentang hidup dunia fana ini,
Tentang kerikil yang kena dihadapi,
Hidup sementara hanyalah untuk beribadat,
Bukan mengumpat bukan maksiat,
Janganlah terbuai godaan syahwat,
Hingga ibadah kena terlewat,
Janganlah lalai akan sholat,
Janganlah kikir akan zakat,
Kenalah kita perbanyak sholawat,
Guna bekal kelak di akhirat,
Tuhan tak pernah lupa,
Tuhan pun tak pernah memalingkan kita,
Sebab Tuhan selalu bersama kita,
Tapi kita selalu lupa pada-Nya,
Kemanakah kita di waktu bahagia,
Memilih sesama meluapkan suka,
Kemanakah kita di kala lara,
Teringat Tuhan mengeluh duka,
Cobalah tuk selalu ingat pada Illahi,
Berdoa dan berserah diri,
Baik suka duka dalam diri,
Ya Allah ya Tuhan kami,
Seringkanlah kita memohon ampun,
Agar jiwa laksana embun,
Janganlah sampai nanti tertegun,
Saat nyawa lepas dari ubun-ubun,
  • Contoh Syair Kiasan
Aku hanya bunga biasa
tak seindah mawar
yang merah merona
dan slalu dipuja-puja
Aku hanya bunga pinggiran
tak sesuci melati
yang putih nan bersih
dan slalu dibanggakan
Aku hanya bunga biasa
kumbang pun tak mau melirikku
burung pun enggan denganku
lebah pun serasa tak tahu aku ada
Aku memang tak punya intan
emas tak pernah ku genggam
berlian tak pernah hiasiku
hanya rasa ini di dalam hati
Cinta ku tak bisa kularang
rasaku tak bisa kutolak
anugerah ini akan slalu ada
meski hanya sebelah saja
Kau insan yang sempurna
tiada cacat tiada luka
semua sungguh sempurna
tak pernah luput pandangku untukmu
Cinta ini bukan ‘tuk dinyatakan
tiada daya kekuatan keberanian
upaya pun sungguh tak terasa pantas
karna ku hanya pungguk rindukan bulan
  • Contoh Syair Panji
Jika tuan menjadi air
Kakang menjadi ikan di pasir
Kata nin tiada kakanda mungkir
Kasih kakang batin dan lahir
Jika tuan menjadi bulan
Kakang menjadi pungguk merawan
Aria ningsun emas tempawan
Janganlah bercerai apalah tuan
Tuan laksana bunga kembang
Kakanda menjadi seekor kumbang
Tuan memberi kakanda bimbang
Tiadalah kasihan tuan akan abang
Jika tuan menjadi kayu rampak
Kakanda menjadi seekor merak
Tiadalah mau kakanda berjarak
Seketika pun tiada dapat bergerak
  • Contoh Syair Romantis
wahai kau bidadari
bidadari dalam mimpi
bidadari dambaan hati
lama nian kau kunanti
bukan hanya sekedar cinta
bukan pula karna harta
dan bukan untuk nafsu buta
tapi kau untuk ke surga
bidadari pujaanku
kaulah tulang rusukku
pesonamu laksana peluru
menghujam ke dalam kalbu
kau layaknya penerang
hadir di tengah perang
syukur selalu tak pernah lekang
atas engkau dinda sayang
terimakasih teruntuk adinda
terimaku apa adanya
tiada harta tiada tahta
hanya ada rasa cinta
janjiku pada Tuhan
tuk hilangkan susah di badan
lenyapkan duka pikiran
dalam hidupmu bidadari impian
  • Contoh Syair Sejarah
Bermula kalam kami tuliskan
Segenap pikiran dicurahkan
Untuk menyusun syair kesejarahan
Merangkai kejadian secara berurutan
Adapun nama syair yang dituliskan
Kerajaan Negaradipa di Kalimantan Selatan
Sebagai bahan pengetahuan
Untuk Saudara, Kawan sekalian
Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan
Tidak berupa benda bertuliskan
Namun bekas kerajaan dapat dibuktikan
Menurut penelitian para sejarawan
Bekas kerajaan yang dapat disebutkan
Seperti Candi Agung bukti peninggalan
Letaknya di Amuntai sudah dipastikan
Pemugarannya pun sudah dilakukan
Uji Hafalan Perkalian Kamu di Sini
| September 17, 2020

By On September 17, 2020

Masyonow.web.id - Uji Hafalan Perkalian Kamu di Sini. Dengan aplikasi ini kamu bisa menguji seberapa hafal kamu dalam perkalian 1 sampai dengan 100. Aplikasi ini menggunakan platform Google Formulir. Kelebihan aplikasi ini yaitu, setelah kamu mengerjakan soal-soal, kamu dapat langsung melihat hasilnya. Jika kamu benar semua dalam menjawab soal, nilai kamu seratus. Apabila ada yang salah maka kamu dapat langsung melihat berapa jumlah skor/nilai dan mengetahui letak kesalahanmu. Selain itu, apabila jawaban kamu salah, akan ditunjukkan jawaban yang benar. Jadi setelah mengerjakan kamu bisa mengerjakannya lagi dengan tanpa mengulangi kesalahan. Form ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian pengisian identitas dan bagian soal. Soal-soal perkalian akan muncul setelah kamu mengisi identitas dan menekan tombol berikutnya.

Namun sebelumnya, sekedar mengingatkan tentang perkalian bahwa perkalian adalah operasi matematika penskalaan satu bilangan dengan bilangan lain. Sederhanya perkalian merupakan penjumlahan berulang. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di dalam aritmetika dasar (yang lainnya adalah perjumlahan, perkurangan, dan perbagian).

Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan di dalam suku-suku perjumlahan yang diulang-ulang; contohnya, 3 dikali 4 (sering kali dibaca "3 kali 4") dapat dihitung dengan menjumlahkan 3 salinan dari 4 bersama-sama:

3 x 4 = 4 + 4 + 4 = 12

Walaupun demikian, dengan struktur gramatikal yang berbeda, Sekolah Dasar di Negara Jepang mengajarkan perkalian dengan kesepakatan yang sebaliknya berbeda yang dijabarkan berikut:

3 x 4 = 3 + 3 + 3 +3 = 12

Secara Matematika, penulisan 3 x 4 = 4 + 4 + 4 = 12 atau penulisan 3 x 4 = 3 + 3 + 3 +3 = 12 keduanya adalah benar.

Perkalian bilangan rasional (pecahan) dan bilangan real didefinisi oleh perumuman gagasan dasar ini.

Perkalian dapat juga digambarkan sebagai pencacahan objek yang disusun di dalam persegi panjang (untuk semua bilangan) atau seperti halnya penentuan luas persegi panjang yang sisi-sisinya memberikan panjang (untuk bilangan secara umum). Balikan dari perkalian adalah perbagian: ketika 3 kali 4 sama dengan 12, maka 12 dibagi 3 sama dengan 4.

Perkalian diperumum ke jenis bilangan lain (misalnya bilangan kompleks) dan ke konstruksi yang lebih abstrak seperti matriks.

Kamu juga harus ingat tentang sifat-sifat perkalian pada bilangan bulat.

  • Sifat komutatif perkalian: Mengganti urutan dari faktor perkalian tidak akan mengubah hasil perkalian. Contohnya, 4 x 3 = 3 x 4
  • Sifat asosiatif perkalian: Mengubah pengelompokan dari faktor perkalian tidak akan mengubah hasil perkalian. Contohnya, (2 x 3) x 4 = 2 x (3 x 4)
  • Sifat identitas perkalian: Hasil perkalian dari 111 dengan bilangan lain adalah bilangan itu sendiri. Contohnya; 7 x 1 = 7

Silahkan dikerjakan soal-soalnya melalui aplikasi di bawah ini. [atau langusng di form]. Perlu diperhatikan bahwa dalam mengerjakan perkalian jangan menggunakan alat bantu apapun, termasuk kalkulator. Kamu harus yakin dengan kemampuan hafalanmu.



Kerjakan!

Kerjakan Perkalian

Kata kunci: latihan perkalian, aplikasi perkalian, ujian perkalian, hafalan perkalian.


Unsur-Unsur Intrinsik
| September 16, 2020

By On September 16, 2020

Masyonow.web.id - Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun dari dalam suatu karya sastra. Unsur Intrinsik cerita anak yaitu sebagai berikut.

  1. Tema
  2. Tokoh
  3. Watak
  4. Latar
  5. Amanat
  6. Konflik
Tema adalah topik yang ada dalam cerita.
Tokoh adalah pelaku dalam cerita.
Latar adalah keadaan atau situasi cerita yang terdiri atas waktu, tempat, dan suasana.
Amanat adalah keadaan atau situasi cerita yang terdiri atas waktu, tempat, dan suasana.
Konflik adalah permasalahan yang terdapat dalam cerita, baik yang melibatkan tokoh lain atau dengan diri sendiri (konflik batin).

Dalam cerita juga terdapat nilai moral positif dan keteladanan tokoh.
  1. Nilai moral positif adalah nilai kebaikan (yang dapat ditiru) dari keseluruhan isi cerita.
  2. Keteladanan tokoh adalah sikap baik tokoh yang dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci, unsur intrinsik, tema, tokoh, watak, latar, amanat, konflik, nilai moral positif, keteladanan tokoh

Jenis-Jenis Paragraf
| September 16, 2020

By On September 16, 2020

Masyonow.web.id -  Jenis-jenis paragaraf adalah sebagai berikut.

  • Persuasi
  • Argumentasi
  • Eksposisi
  • Narasi
  • Deskripsi
Persuasi, untuk meyakinkan pembaca dan menggunakan kata ajakan, seperti ayo, mari, laksanakan, atau kata mengandung partikel lah.

Argumentasi, berisi ide atau gagasan yang disertai alasan kuat untuk meyakinkan pembaca dan biasanya memiliki kesimpulan di akhir paragraf.

Eksposisi, untuk menjelaskan sesuatu dan ditulis berdasarkan fakta, tetapi tidak bersifat mempengaruhi.

Narasi, menceritakan sesuatu berdasarkan urutan peristiwa dengan menghadirkan tokoh yang membangun suasana tertentu.

Deskripsi, menggambarkan suatu obyek secara rinci yang melibatkan pancaindra pembaca.

Kata kunci: jenis paragraf, persuasi, argumentasi, eksposisi, narasi, deskripsi